Contoh percakapan
NHKlangit11.blogspot.com
A: Aku akhir-akhir ini kepikiran mau keluar kerja.
B: Serius? Sampai kepikiran keluar berarti kamu udah cukup gak nyaman di sana, ya?
A: Iya. Sebenarnya kerjaannya gak terlalu masalah. Aku cuma gak betah sama salah satu teman kerja aku.
B: Ohh... jadi sebenarnya kamu masih oke sama kerjaannya, cuma hubungan sama satu orang itu yang bikin kamu berat buat tetap di sana?
A: Iya. Hampir tiap hari ketemu, jadi lama-lama capek sendiri.
B: Sampai sebelum berangkat kerja kamu udah kepikiran bakal ketemu dia?
A: Iya, kadang baru bangun aja udah males. 😅
B: Berarti bukan cuma pas di tempat kerja aja kamu ngerasa terganggu. Sampai mau berangkat pun pikiran kamu udah kebawa.
A: Iya. Aku sebenarnya udah coba biasa aja, tapi susah.
B: Kamu udah pernah coba menjauh atau mengurangi interaksi sama dia?
A: Udah. Tapi tetap aja ada beberapa hal yang bikin aku harus berhubungan sama dia.
B: Hmm... berarti kamu sebenarnya udah berusaha supaya keadaan ini gak terlalu mengganggu kamu, cuma karena kalian masih harus sering ketemu, akhirnya tetap terasa berat.
A: Iya.
B: Terus yang bikin kamu makin bingung buat keluar apa?
A: Aku belum punya kerjaan pengganti. Kalau aku keluar sekarang, aku takut malah gak punya pemasukan.
B: Nah, jadi di satu sisi kamu udah capek dan pengen pergi dari situasi itu. Tapi di sisi lain kamu masih butuh kerjaannya karena belum ada pegangan setelah keluar.
A: Iya. Itu yang bikin aku bingung banget.
B: Kalau misalnya sekarang kamu udah punya kerjaan lain, kamu bakal langsung keluar?
A: Kayaknya iya.
B: Berarti sebenarnya kamu udah tahu kamu pengennya apa. Yang bikin kamu ragu bukan karena kamu masih nyaman di sana, tapi karena kamu takut setelah keluar malah kesulitan cari pengganti.
A: Iya, benar.
B: Kamu takut nanti malah nyesel karena keluar terlalu cepat?
A: Iya. Takutnya setelah keluar aku malah mikir, “Kenapa tadi aku gak bertahan sedikit lagi?”
B: Aku paham. Jadi kamu bukan cuma mikirin “aku betah atau gak betah”, tapi kamu juga mikirin akibatnya kalau benar-benar keluar.
A: Iya. Makanya kepalaku penuh.
B: Wajar kamu jadi bingung. Kamu lagi di posisi yang dua-duanya punya risiko. Bertahan bikin kamu gak nyaman, tapi keluar tanpa pengganti juga bikin kamu khawatir.
A: Nah, itu dia.
B: Kalau boleh tahu, sebenarnya teman kerja kamu itu melakukan apa sampai kamu merasa seberat ini?
A: Dia sering ngomong yang bikin aku gak nyaman. Kadang suka meremehkan aku juga.
B: Meremehkannya seperti apa?
A: Kadang di depan orang lain. Jadi aku malu juga.
B: Oh... jadi yang bikin kamu sakit bukan cuma perkataannya, tapi karena dia melakukannya di depan orang lain juga.
A: Iya. Kalau cuma bercanda berdua mungkin aku masih bisa anggap biasa.
B: Aku bisa ngerti kenapa lama-lama kamu capek. Kamu mungkin sebenarnya masih berusaha menahan diri, tapi kalau kejadian seperti itu terus berulang, wajar kalau akhirnya kamu merasa, “Aku mau sampai kapan begini?”
A: Iya. Aku udah sampai di titik itu.
B: Selama ini kamu pernah cerita ke orang lain soal ini?
A: Belum terlalu. Aku takut dibilang terlalu sensitif.
B: Jadi selain menghadapi orangnya, kamu juga selama ini menahan ceritanya karena takut perasaan kamu dianggap berlebihan?
A: Iya...
B: Padahal kamu cuma lagi cerita tentang sesuatu yang memang bikin kamu gak nyaman. Kamu gak harus langsung dianggap benar atau salah. Perasaan kamu tetap boleh diceritakan.
A: Makasih. Aku sebenarnya cuma pengen ada yang dengerin.
B: Iya, aku dengerin. Kamu gak harus langsung menentukan malam ini harus keluar atau tetap bertahan.
A: Iya.
B: Kalau menurutku, yang penting sekarang kamu jangan merasa cuma punya dua pilihan: bertahan selamanya atau keluar besok.
A: Maksudnya?
B: Kamu masih bisa tetap kerja sambil pelan-pelan cari pilihan lain. Jadi kamu punya pegangan dulu sebelum mengambil keputusan.
A: Hmm... iya juga.
B: Tapi aku gak mau maksa kamu harus melakukan itu. Aku cuma pengen kamu punya ruang buat mikirin semuanya tanpa harus terburu-buru.
A: Aku jadi agak lega setelah cerita.
B: Syukurlah. Kadang kita memang belum butuh jawaban dulu. Kadang kita cuma butuh seseorang yang mau dengerin sampai pikiran kita agak lebih tenang.
A: Iya, ternyata aku cuma butuh cerita aja.
B: Yaudah, kalau masih ada yang pengen kamu keluarin, cerita aja. Aku dengerin. Gak perlu buru-buru cari solusinya. 😁
Komentar
Posting Komentar