Contoh percakapan "cuek"
NHKlangit11.blogspot.com
Kamu: Lagi apa?
Dia: Biasa.
Kamu: Biasa tuh luas banget wkwk. Lagi rebahan, makan, atau lagi bengong natap plafon? 😂
Dia: Rebahan.
Kamu: Nah ketauan. Berarti malam ini mager.
Dia: Iya.
Kamu: Capek?
Dia: Lumayan.
Kamu: Dari kerjaan?
Dia: Iya.
Kamu: Oalah. Berarti jangan aku ajak ngobrol berat-berat dulu, nanti malah tambah pusing 😂
Dia: Wkwk.
Kamu: Tapi aku penasaran, capeknya karena kerjaannya atau orang-orangnya?
Dia: Orangnya.
Kamu: Nahhh... ini jawabannya mulai menarik 😂
Dia: Apaan sih.
Kamu: Soalnya kalau cuma kerjaan biasanya bilang “capek kerja”. Kamu malah bilang “orangnya”.
Dia: Ya emang.
Kamu: Berarti ada yang bikin kesel nih.
Dia: Iya.
Kamu: Mau cerita gak?
Dia: Gak tau.
Kamu: Gak harus sekarang kok. Aku cuma nanya. Kalau lagi males cerita juga gapapa.
Dia: Bukan males cerita.
Kamu: Terus?
Dia: Bingung mulai dari mana.
Kamu: Nah, berarti sebenarnya pengen cerita 😂
Dia: Mungkin.
Kamu: Yaudah mulai dari bagian yang paling bikin kamu kesel aja. Gak perlu urut.
Dia: Temen kerja aku.
Kamu: Kenapa sama dia?
Dia: Aku kesel aja sama sikapnya.
Kamu: Sikapnya yang gimana?
Dia: Kadang dia baik, kadang tiba-tiba jutek.
Kamu: Ke kamu doang?
Dia: Iya.
Kamu: Kalau sama yang lain?
Dia: Biasa aja. Bisa ketawa-ketawa, ngobrol.
Kamu: Hmm... jadi kamu ngerasa perlakuannya ke kamu beda?
Dia: Iya.
Kamu: Dan yang bikin sakit hati mungkin bukan cuma dia juteknya, tapi kamu jadi mikir, “Kenapa ke aku doang?”
Dia: Nah iya.
Kamu: Pernah kamu tanya langsung?
Dia: Belum.
Kamu: Takut?
Dia: Bukan takut sih. Gak mau ribut aja.
Kamu: Berarti kamu lebih sering nahan?
Dia: Iya.
Kamu: Sampai akhirnya capek sendiri?
Dia: Iya banget.
Kamu: Pantes tadi kamu bilang capeknya karena orang. Ternyata bukan sekadar capek kerja ya.
Dia: Iya.
Kamu: Kamu sebenarnya pengen dia berubah, atau paling gak pengen dia ngerti kalau perlakuannya itu bikin kamu kepikiran?
Dia: Aku cuma pengen dimengerti aja.
Kamu: Maksudnya?
Dia: Aku tuh kalau dia lagi ada masalah selalu berusaha ngerti. Kalau dia lagi bad mood aku maklumin. Tapi pas aku yang lagi gak enak, dia malah kayak gak peduli.
Kamu: Jadi selama ini kamu merasa kamu terus berusaha memahami dia, tapi kamu gak ngerasa dipahami balik.
Dia: Iya.
Kamu: Itu pasti melelahkan sih.
Dia: Banget.
Kamu: Apalagi kamu gak bisa bebas menjauh karena tetap ketemu dia di tempat kerja.
Dia: Nah itu.
Kamu: Sampai pernah gak kamu pulang kerja terus masih kepikiran masalah itu?
Dia: Sering.
Kamu: Berarti sebenarnya kamu udah cukup lama nahan ini ya?
Dia: Iya.
Kamu: Kenapa baru cerita sekarang?
Dia: Gak tau. Kayaknya aku udah terlalu capek nyimpen sendiri.
Kamu: Yaudah, cerita aja. Aku dengerin. Gak harus aku kasih solusi kalau kamu cuma pengen didengerin.
Dia: Makasih ya.
Kamu: Santai. Tapi aku baru sadar...
Dia: Apa?
Kamu: Tadi awalnya kamu cuma jawab “biasa”.
Dia: Wkwk iya.
Kamu: Sekarang malah udah cerita panjang 😂
Dia: Gara-gara kamu nanya terus kali.
Kamu: Bukan nanya terus. Aku cuma ngikutin cerita kamu. Kalau dari awal aku bombardir “kenapa? kenapa? kenapa?” mungkin kamu udah males jawab 😂
Dia: Iya juga.
Kamu: Berarti sekarang masih mau cerita?
Dia: Masih sih.
Kamu: Yaudah sini. Bagian yang paling bikin kamu sakit hati sama dia itu yang mana?
Dia: Ada satu kejadian waktu itu...
Kamu: Hmm, ceritain aja. Aku dengerin.
Komentar
Posting Komentar