Majas paradoks

NHKlangit11.blogspot.com



Majas paradoks adalah gaya bahasa yang menyatakan dua hal yang bertentangan atau berlawanan dengan kenyataan, tetapi sebenarnya mengandung kebenaran jika dipahami lebih dalam.

Biasanya paradoks digunakan untuk menekankan suatu keadaan, menunjukkan ironi kehidupan, atau membuat pembaca/pembicara berpikir.

Ciri-ciri majas paradoks:

- Mengandung dua ide atau fakta yang bertolak belakang.

- Meskipun tampak bertentangan, keduanya bisa benar pada situasi tertentu.

- Sering digunakan untuk efek dramatis atau mendalam.


Contoh:

● Di tengah keramaian kota, aku merasa sangat kesepian.
~ Kota ramai, tapi batinnya sunyi — dua hal ini bertentangan tapi bisa terjadi.


● Tubuhnya kurus, tapi semangatnya membara.
~ Fisik lemah, namun jiwa penuh semangat.


● Hatinya hancur, tapi bibirnya tetap tersenyum.
~ Perasaan sedih namun menampilkan wajah gembira.


● Di tengah keramaian pasar, hatiku terasa sepi.
~ Banyak orang di sekitar, tapi batin merasa sendiri.

● Tubuhnya kurus, tapi semangatnya membara.
~ Fisik lemah, tapi tekad kuat.

● Hatinya hancur, namun ia tersenyum di hadapan semua orang.
~ Menutupi kesedihan dengan tawa.

● Kita semakin dekat, tapi terasa semakin jauh.
~ Secara fisik sering bersama, tapi secara hati semakin renggang.

● Ia tertawa, padahal sedang menahan tangis.
~ Menggunakan tawa sebagai tameng dari kesedihan.

● Ia miskin harta, tapi kaya hati.
~ Tidak banyak uang, tapi baik hati dan murah hati.

● Matanya berbinar, meski hatinya redup.
~ Tampak ceria, tapi sebenarnya sedih.

● Kita berbeda, tapi satu tujuan.
~ Karakter atau pandangan berbeda, tapi punya visi sama.

● Di tengah panas terik, ia merasa dingin.
~ Kondisi fisik atau batin yang berlawanan dengan lingkungan.

● Langkahnya berat, tapi hatinya ringan.
~ Lelah secara fisik, tapi lega secara perasaan.

● Ia tampak lemah, namun pikirannya tajam.
~ Fisik rapuh, tapi cerdas.

● Air matanya mengalir, tapi bibirnya berkata “aku baik-baik saja”.
~ Menutupi rasa sakit dengan kata-kata positif.

● Kita terpisah jauh, tapi terasa dekat di hati.
~ Secara fisik berjauhan, tapi hati tetap terhubung.

● Ia sendirian, tapi tidak kesepian.
~ Walau tidak ada orang di sekitar, hati tetap tenang.

● Ia menangis karena bahagia.
~ Air mata bukan karena sedih, tapi karena rasa syukur atau haru.

● Kalah di pertandingan, tapi menang di pengalaman.
~ Gagal secara hasil, tapi sukses mendapat pelajaran berharga.

● Ia marah, tapi penuh kasih.
~ Tegas atau keras karena peduli.

● Hidup sederhana, tapi penuh warna.
~ Tidak mewah, tapi bahagia dengan banyak pengalaman.

● Kita diam, tapi saling mengerti.
~ Tanpa kata-kata, tetap paham perasaan masing-masing.

● Di bawah sinar matahari, ia merasa gelap.
~ Walau terang secara fisik, batinnya tetap suram.



 Tema Romantis

● Kita jauh di mata, tapi dekat di hati.
~ Hubungan jarak jauh yang tetap hangat.


● Aku ingin melupakanmu, tapi semakin mengingatmu.
~ Niatnya mau move on, tapi malah makin terbayang.


● Kamu membuatku marah, tapi aku tetap merindukanmu.
~ Perasaan cinta tetap ada meski sedang kesal.


● Kita sering bertengkar, tapi tidak bisa berpisah.
~ Hubungan penuh konflik tapi tetap erat.


● Aku benci caramu membuatku jatuh cinta.
~ Merasa kesal tapi dalam hati suka.


 Tema Sedih

● Aku tersenyum di pesta, tapi menangis di kamar.
~ Menutupi kesedihan di depan orang.


● Kehilangan membuatku hancur, tapi juga menguatkan.
~ Sakit hati sekaligus menjadi pelajaran hidup.


● Aku dikelilingi teman, tapi merasa sendirian.
~ Banyak orang di sekitar, tapi tidak ada yang benar-benar mengerti.


● Aku memaafkanmu, tapi hatiku belum pulih.
~ Memberi maaf secara lisan, tapi luka belum sembuh.


● Aku berharap bertemu, tapi takut bertemu.
~ Perasaan rindu bercampur cemas.


 Tema Motivasi

● Aku jatuh berkali-kali, tapi selalu bangkit.
~ Tidak menyerah meski sering gagal.


● Semakin aku tertekan, semakin aku kuat.
~ Kesulitan membuat diri lebih tangguh.


●Aku takut gagal, tapi lebih takut tidak mencoba.
~ Lebih memilih bertindak daripada diam.


● Aku miskin pengalaman, tapi kaya semangat.
~ Baru mulai, tapi punya energi tinggi.


● Aku lelah berjalan, tapi tidak berhenti melangkah.
~ Terus berjuang meski capek.

 
● Aku marah padamu, tapi aku juga takut kehilanganmu.
~ Emosi bercampur dengan rasa sayang.

● Di tengah kemenangan ini, aku merasa kalah.
~ Menang secara hasil, tapi hati terasa kosong.

● Aku ingin pergi, tapi hatiku ingin tinggal.
~ Batin dan pikiran bertentangan.

● Aku punya banyak teman, tapi tak punya tempat pulang.
~ Banyak kenalan, tapi tak ada yang benar-benar menjadi rumah.

● Ia tertawa paling keras, tapi hatinya paling rapuh.
~ Ceria di luar, rapuh di dalam.

● Kita sering berpisah, tapi tak pernah benar-benar jauh.
~ Secara fisik terpisah, tapi hubungan tetap kuat.

● Aku takut mencoba, tapi lebih takut menyesal.
~ Dua rasa takut, tapi memilih bertindak.

● Aku kehilangan segalanya, tapi menemukan diriku sendiri.
~ Kehilangan materi, tapi mendapatkan pemahaman hidup.

● Hari ini aku menangis, tapi besok aku akan tersenyum.
~ Kesedihan sementara yang akan berganti bahagia.

● Di tengah malam yang gelap, aku menemukan cahaya.
~ Harapan muncul di saat terburuk.

● Aku merasa bebas, meski terikat janji.
~ Ikatan tidak menghalangi rasa lega.

● Aku ingin menolongmu, tapi aku juga butuh pertolongan.
~ Ingin membantu, tapi sebenarnya juga lemah.

● Aku lelah menunggumu, tapi tak ingin berhenti menunggu.
~ Capek secara batin, tapi cinta membuat bertahan.

● Aku menangis dalam doa, tapi merasa damai.
~ Air mata keluar, tapi hati merasa tenang.

● Kita berdua saling mencintai, tapi saling menyakiti.
~ Hubungan penuh cinta tapi juga konflik.


● Aku merasa asing di rumah sendiri.
~ Secara fisik di rumah, tapi secara batin tidak nyaman.

● Kita bersama, tapi tak lagi menyatu.
~ Hubungan yang masih ada secara fisik tapi sudah renggang hati.

● Aku bahagia melihatmu, tapi sedih karena kamu bukan milikku.
~ Rasa senang bercampur kehilangan.

● Aku merasa kuat saat mengakui kelemahanku.
~ Kejujuran membuat hati lebih tangguh.

● Ia berjalan cepat, tapi tak pernah sampai.
~ Banyak usaha, tapi arah atau tujuannya salah.

● Aku mendengar musik indah di tengah keheningan.
~ Keindahan muncul di momen sunyi.

● Aku diam, tapi pikiranku berteriak.
~ Tidak mengungkapkan kata-kata, tapi batin penuh gejolak.

● Aku ingin melupakan, tapi takut kehilangan kenangan.
~ Bimbang antara melepaskan dan mempertahankan.

● Aku terluka, tapi berterima kasih atas rasa sakit itu.
~ Luka membawa pelajaran hidup.

● Aku tertawa, tapi hatiku lelah.
~ Menyembunyikan keletihan di balik tawa.

● Di tengah hujan, aku merasa hangat.
~ Rasa nyaman meski lingkungan dingin.

● Aku mencarimu di keramaian, tapi menemukanmu di kesepian.
~ Tidak menemukan dalam keramaian, tapi justru saat sendiri.

● Aku menunggumu pergi, tapi ingin kamu kembali.
~ Hati tidak konsisten dengan kata-kata.

● Aku jatuh, tapi justru melihat pemandangan lebih indah.
~ Kegagalan memberi perspektif baru.

● Aku membencimu karena terlalu mencintaimu.
~ Rasa cinta yang terlalu besar jadi menyakitkan.

● Aku lelah berlari, tapi takut berhenti.
~ Tidak sanggup terus, tapi takut menyerah.

● Aku tenang dalam badai.
~ Tetap rileks di tengah masalah besar.

● Aku terjebak, tapi merasa bebas.
~ Terikat secara fisik, tapi pikiran dan hati merdeka.

● Aku menangis, tapi mataku tersenyum.
~ Air mata sedih bercampur rasa bahagia.

● Aku menemukan diriku saat kehilangan segalanya.
~ Kehilangan materi membuka jati diri yang sesungguhnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Petakilan

Arti lirik atau makna dari lagu alan walker on my way

Berbagai teknik pencelupan kain dan cara kerjanya