Majas asosiasi
NHKlangit11.blogspot.com
Majas asosiasi adalah majas yang membandingkan suatu hal dengan hal lain yang berbeda, tetapi dianggap memiliki sifat atau ciri yang sama, dengan menggunakan kata penghubung seperti bagaikan, laksana, seperti, ibarat, dan sebagainya.
Tujuannya untuk membuat gambaran lebih jelas atau memberi kesan yang lebih hidup dalam kalimat.
Contoh:
Wajahnya cantik bagaikan bunga mawar.
(Artinya: Wajahnya cantik sekali, diibaratkan seperti keindahan bunga mawar.)
Dia cepat seperti kilat.
(Artinya: Dia bergerak sangat cepat.)
1. Suaranya merdu seperti alunan seruling.
Artinya: Suaranya sangat indah, diibaratkan seperti bunyi seruling yang lembut.
2. Matanya tajam bagaikan elang.
Artinya: Tatapan matanya tajam dan penuh kewaspadaan.
3. Dia tenang seperti air di kolam.
Artinya: Dia sangat tenang, tidak mudah terpancing emosi.
4. Semangatnya membara laksana api.
Artinya: Semangatnya sangat tinggi dan menyala-nyala.
5. Langkahnya ringan ibarat kapas tertiup angin.
Artinya: Cara berjalannya sangat ringan dan pelan.
Tema Romantis
● Senyummu indah bagaikan sinar mentari pagi.
(Artinya: Senyumnya hangat dan menenangkan seperti sinar matahari di pagi hari.)
● Cintaku padamu kuat laksana karang di tepi pantai.
(Artinya: Cinta yang teguh dan tidak mudah goyah.)
● Matamu bersinar seperti bintang di malam gelap.
(Artinya: Matanya indah dan mempesona.)
● Suaramu lembut bagaikan bisikan angin sore.
(Artinya: Suaranya menenangkan hati.)
● Hadirmu manis seperti madu di bibir.
(Artinya: Kehadirannya menyenangkan dan membahagiakan.)
● Pelukmu hangat seperti selimut di malam hujan.
(Artinya: Pelukannya memberi rasa aman dan nyaman.)
● Tatapanmu tajam bagaikan panah asmara.
(Artinya: Tatapannya memikat hati.)
● Senyummu manis seperti gula tebu.
(Artinya: Senyumnya sangat memikat dan ramah.)
● Hadirmu sejuk seperti embun pagi.
(Artinya: Kehadirannya membawa ketenangan.)
● Cintanya setia bagaikan bulan pada malam hari.
(Artinya: Selalu ada di setiap keadaan.)
Tema Sedih
● Hatinya remuk seperti kaca jatuh ke lantai.
(Artinya: Sangat sedih dan hancur perasaannya.)
● Air matanya mengalir seperti sungai di musim hujan.
(Artinya: Menangis sangat deras.)
● Sepinya dingin bagaikan salju di puncak gunung.
(Artinya: Kesepian yang terasa menusuk hati.)
● Harapannya pudar seperti pelita kehabisan minyak.
(Artinya: Semangatnya hilang karena kecewa.)
● Kesedihannya menyelimuti seperti kabut di pagi hari.
(Artinya: Perasaan sedihnya sangat jelas terlihat.)
● Kenangannya menempel seperti noda tinta di kain putih.
(Artinya: Sulit dilupakan.)
● Luka hatinya dalam seperti jurang tak berdasar.
(Artinya: Sangat sakit hati.)
● Harinya suram seperti langit mendung tanpa cahaya.
(Artinya: Kehidupannya terasa kelabu.)
● Rindunya menusuk seperti duri di bawah kulit.
(Artinya: Rasa rindunya menyakitkan.)
● Kesepiannya sunyi bagaikan kota mati.
(Artinya: Tidak ada kehangatan atau keramaian.)
Tema Lucu / Santai
● Mukanya merah seperti kepiting rebus.
(Artinya: Wajahnya memerah karena malu atau marah.)
● Dia panik bagaikan ayam kehilangan induk.
(Artinya: Bingung dan kelabakan.)
● Tertawanya meledak seperti petasan tahun baru.
(Artinya: Tertawa keras dan heboh.)
● Rambutnya acakan seperti habis kena angin ribut.
(Artinya: Sangat berantakan.)
● Makanannya ludes seperti disapu angin.
(Artinya: Makanan habis sangat cepat.)
● Jalannya goyang seperti perahu diombang-ambing ombak.
(Artinya: Jalannya tidak stabil, lucu dilihat.)
● Tertawanya riuh seperti pasar malam.
(Artinya: Suaranya ramai dan heboh saat tertawa.)
● Pikirannya melayang seperti balon terbang.
(Artinya: Tidak fokus atau melamun.)
● Mimik wajahnya aneh seperti patung miring.
(Artinya: Ekspresinya kocak dan unik.)
● Larinya cepat bagaikan kelinci dikejar anjing.
(Artinya: Berlari sangat cepat.)
Tema Motivasi
● Semangatnya kokoh laksana baja.
(Artinya: Tidak mudah menyerah.)
● Kesabarannya luas seperti samudra.
(Artinya: Sangat sabar dan lapang hati.)
● Mimpinya tinggi seperti puncak gunung Himalaya.
(Artinya: Memiliki cita-cita yang besar.
● Langkahnya pasti bagaikan jarum jam.
(Artinya: Konsisten dan tepat waktu.)
● Usahanya terus mengalir seperti sungai menuju laut.
(Artinya: Tidak berhenti berjuang sampai tujuan tercapai.)
● Tekadnya teguh seperti gunung yang berdiri kokoh.
(Artinya: Tidak mudah digoyahkan.)
● Perjuangannya panjang bagaikan jalan tanpa ujung.
(Artinya: Butuh waktu lama dan konsisten.)
● Keyakinannya kuat seperti akar pohon beringin.
(Artinya: Tidak mudah goyah.)
● Pikirannya jernih seperti air di mata air.
(Artinya: Pikirannya murni dan bijak.)
● Langkahnya mantap bagaikan prajurit menuju medan perang.
(Artinya: Penuh keberanian dan percaya diri.)
Komentar
Posting Komentar