Majas
NHKlangit11.blogspot.com
Apa itu Majas?
Majas adalah gaya bahasa yang digunakan untuk memperindah, mempertegas, atau menyampaikan makna secara tidak langsung.
Biasanya digunakan dalam sastra, pidato, puisi, iklan, dan percakapan yang emosional.
Jenis-Jenis Majas Populer dan Contohnya
1. Majas Metafora
Pengertian: Mengungkapkan sesuatu dengan membandingkannya langsung, tanpa kata "seperti" atau "bagai".
Contoh:
"Dia adalah bunga desa."
(Maksudnya: perempuan paling cantik di desa)
"Waktu adalah uang."
(Maksudnya: waktu sangat berharga seperti uang)
2. Majas Simile
Pengertian: Perbandingan yang menggunakan kata penghubung seperti: seperti, bagai, laksana, ibarat.
Contoh:
"Wajahnya seperti bulan purnama."
"Dia bagai serigala berbulu domba."
3. Majas Personifikasi
Pengertian: Memberi sifat manusia pada benda mati.
Contoh:
"Angin berbisik di malam hari."
"Buku itu menyapaku dari rak."
4. Majas Hiperbola
Pengertian: Melebih-lebihkan sesuatu secara ekstrem.
Contoh:
"Tangisannya mengguncang dunia."
"Tugas sekolah ini membunuhku perlahan."
5. Majas Litotes
Pengertian: Merendahkan diri padahal kenyataannya lebih tinggi.
Contoh:
"Ini hanya sebuah hadiah kecil dari kami."
"Saya cuma tukang ketik biasa." (padahal dia penulis hebat)
6. Majas Ironi
Pengertian: Menyampaikan sindiran halus, dengan mengatakan sebaliknya.
Contoh:
"Wah, rapi banget kamarmu!" (padahal sangat berantakan)
"Pintar sekali kamu mencontek di ujian."
7. Majas Alegori
Pengertian: Mengibaratkan kehidupan dengan cerita atau perumpamaan.
Contoh:
"Hidup ini seperti roda, kadang di atas, kadang di bawah."
"Pikiran manusia adalah taman, tergantung apa yang ditanam."
8. Majas Eufemisme
Pengertian: Mengganti kata yang kasar atau tidak enak didengar dengan kata yang lebih halus.
Contoh:
"Ia sedang beristirahat panjang."
Makna: Meninggal dunia.
"Anaknya berkebutuhan khusus."
Makna: Mengalami disabilitas.
"Ia diberhentikan dari pekerjaannya."
Makna: Dipecat.
9. Majas Sarkasme
Pengertian: Sindiran yang kasar atau menyakitkan, biasanya langsung menusuk.
Contoh:
"Kamu tuh bodoh banget, gitu aja nggak bisa!"
Makna: Menghina karena kesal atau marah.
"Otakmu ditaruh di mana, sih?"
Makna: Mengejek orang yang melakukan kesalahan.
10. Majas Alusio
Pengertian: Menyindir atau menyampaikan makna dengan merujuk pada tokoh, peristiwa, atau cerita terkenal.
Contoh:
"Dia merasa seperti Romeo yang kehilangan Juliet."
Makna: Ia merasa kehilangan cinta sejatinya.
"Gaya bicaranya seperti pejabat era orde lama."
Makna: Gaya bicaranya kuno atau terlalu formal.
11. Majas Repetisi
Pengertian: Mengulang kata atau frasa dalam satu kalimat untuk menegaskan makna.
Contoh:
"Aku rindu, rindu, dan terus merindukanmu."
Makna: Penegasan rasa rindu yang sangat dalam.
"Dia menangis, menangis, dan menangis lagi."
Makna: Menunjukkan betapa sedihnya dia.
12. Majas Antitesis
Pengertian: Menyandingkan dua kata yang berlawanan arti dalam satu kalimat.
Contoh:
"Tua-muda datang menghadiri acara itu."
Makna: Semua umur hadir, dari yang tua hingga muda.
"Baik-buruknya keputusan itu ditanggung sendiri."
Makna: Apapun hasilnya, ia harus bertanggung jawab.
13. Majas Paradoks
Pengertian: Menyatakan sesuatu yang bertentangan dengan kenyataan, tapi sebenarnya benar secara makna.
Contoh:
"Di tengah keramaian, aku merasa paling kesepian."
Makna: Meskipun banyak orang, ia merasa sendirian secara emosional.
"Tubuhnya besar, tapi hatinya selembut kapas."
Makna: Fisiknya kuat, tapi dia sangat baik hati.
14. Majas Asosiasi (Perbandingan Tidak Langsung)
🔹 Pengertian: Membandingkan dua hal yang sebenarnya berbeda tapi dianggap sama.
Contoh:
"Wajahnya bagai kembang desa."
Makna: Wajahnya sangat cantik.
"Dia bagaikan mesin pencetak uang."
Makna: Dia sangat produktif menghasilkan uang.
15. Majas Pleonasme
Pengertian: Menambahkan kata yang sebenarnya tidak perlu karena artinya sudah jelas.
Contoh:
"Turun ke bawah."
Kata "turun" sudah cukup tanpa "ke bawah", tapi dipakai untuk penegasan.
"Naik ke atas."
Sama, dipakai untuk menekankan arah.
Komentar
Posting Komentar